Yayasan Gondang

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf
Banner
Home

POTRET PENDIDIKAN KARAKTER KEASWAJAAN DI SDIT GONDANG

Surel Cetak PDF

Pendidikan karakter merupakan program unggulan di yayasan Gondang, yakni dengan menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut. Dalam istilah lain dapat dimaknai sebagai The deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development (dimaknai sebagai pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak atau pendidikan etika). Tujuannya untuk mengembangkan potensi murid untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari.

SDIT Gondang Wonopringgo merupakan salah satu lembaga formal  yang ada di Yayasan Gondang. Di sekolah ini ideologi Aswaja dilestarikan dalam Kurikulum Muatan Lokal, seperti bacaan surat-surat pilihan (Yaasin, Waqi’ah, al-Mulk, dan sebagainya) secara tartil; serta  bacaan Mawlid (Simtuduror), tahlil, ziarah wali, dan sebagainya.

Melalui pendidikan karakter diharapkan siswa SDIT Gondang mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan etika mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter di sekolah mengarah pada pembentukan kultur sekolah (proses pembudayaan), yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktekkan. Kultur tersebut merupakan ciri khas, karakter dan pencitraan sekolah dimata masyarakat.

(Kang Rijal)

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 16 November 2015 23:45
 

Berhasil di Tingkat Kecamatan dan Lolos ke Tingkat Kabupaten - Lomba MAPSI Tahun 2015.

Surel Cetak PDF

Berhasil di Tingkat Kecamatan dan Lolos ke Tingkat Kabupaten - Lomba MAPSI Tahun 2015.

Alhamdulillahirobbil alamin ... Atas Doa dan dukungan dari Pengurus Yayasan Gondang, Bapak / Ibu Guru serta Orang Tua murid, Siswa - Siswi SDIT Gondang,  berhasil meraih Juara 1 Putri ( Liwa , Kelas VI ) dan Juara II Putra ( Dida, Kelas VI ) pada Bidang Lomba Pendidikan Agama Islam dan Juara I Putra dan Putri pada Bidang TIK ( Praktik Komputer ) Lomba MAPSI Tingkat Kecamatan Wonopringgo Tahun 2015 ( Sabtu, 17 Oktober 2015 ).

Meraih Juara 3 di Tingkat Kabupaten pada Lomba MAPSI di Tingkat Kabupaten Tahun 2015

Peserta Lomba MAPSI Tahun 2015 bidang Pendidikan Agama Islam kecamatan Wonopringgo di wakili oleh Siswi SDIT Gondang ( Liwa, Kelas VI ) dan berhasil meraih Juara 3. Kegiatan Lomba di laksanakan di kecamatan Kajen tepatnya di SDN 06 Kajen ( Belakang UPT Dindikbud Kajen ) Hari Sabtu Tanggal 24 Oktober 2015.

Mudah - mudahan dengan semangat belajar dan berlatih serta adanya dukungan dari semua pihak, SDIT gondang dapat meningkatkan prestasi khususnya pada LOMBA MAPSI tahun berikutnya. Amin Ya Robbal Alamin ...

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 16 November 2015 23:52
 

Pengembangan Bakat dan Minat Siswa Melalui Ekstra Kurikuler Seni

Surel Cetak PDF

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwaPendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban manusia.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas tersurat dalam Struktur Kurikulum salah satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Seni Budaya yang sangat diperlukan karena didalamnya terdapat penanaman akan nilai edukasi dan estetika yang berakar pada tradisi seni budaya.

Salah satu tujuan Pendidikan Seni Budaya adalah menggali kemampuan, bakat dan minat siswa dalam berolah seni dan rasa, baik rasa musikal, peran, gerak maupun rupa.

Sesuai dengan Program Fullday School yang di terapkan di SD Islam Terpadu Gondang, maka perlu di laksanakan kegiatan ekstra kurikuler Kesenian di luar jam pelajaran regular yang dapat memberi kesempatan bagi para siswa Sekolah Dasar untuk melakukan beragam pengalaman praktik berkesenian seperti seni musik, seni tari, seni rupa, ataupun seni teater.

Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran Ekstrakurikuler Kesenian lebih menekankan pada aktivitas “belajar sambil melakukan” (learning by doing), sebagai upaya menstimuli keberanian siswa  SD Islam Terpadu Gondang untuk mengekspresikan ide atau gagasan seni mereka dalam bidang seni musik, seni tari,seni rupa, ataupun seni teater.

Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian ini juga dipandang penting sebagai suatu kegiatan yang dapat menumbuh kembangkan kreativitas siswa Sekolah Dasar. Kreativitas ini merupakan elemen penting dalam Pendidikan Kesenian dan hanya dapat diperoleh dengan melakukan beragam pengalaman praktik secara terus-menerus.

Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian diharapkan dapat menjadi salah satu wadah dalam upaya menanamkan pembentukan nilai-nilai karakter peserta didik untuk melakukan perubahan perilaku, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu panduan teknis ektra kurikuler kesenian yang dapat digunakan oleh Guru dalam membantu Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Kesenian dan demi tercapainya tujuan yang di harapkan di SD Islam Terpadu Gondang.

Kegiatan Ekstra Kurikuler Seni ini mempunyai tujuan antara lain :

§ Memperhalus rasa yang ada pada siswa agar mampu mengapresiasi dan  mengekspresikan nilai-nilai seni yang ada pada dirinya.

§ Sebagai pengembangan kegiatan Intra Kurikuler Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK)

§ Mengenalkan dan menanamkan rasa cinta siswa terhadap salah satu seni tradisional Jawa

§ Sebagai sarana dan wadah untuk menggali ekspresi, potensi bakat dan minat siswa dalam berolah seni.

§ Mempersiapkan Peserta didik untuk mengikuti Kegiatan Festival Lomba Seni Siswa SD di tingkat Kecamatan sampai Provinsi.

Bernyanyi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, bernyanyi tunggal atau solo dan berkelompok.Bernyanyi tunggal adalah bernyanyi yang dilakukan oleh satu orang. Lagu-lagu yang dapat digunakan dalam bernyanyi solo disesuaikan dengan daerah setempat sebagai upaya untuk mendukung pelestarian nilai-nilai lokal di daerah itu, contohnya macapat, bawa, kidung, dan sindhenan. Penekanan utama dalam materi bernyanyi solo mencakup: teknik dasar menyanyi, yang mencakup:cara memproduksi suara, pernapasan, dan posisi tubuh; dinamika (keras – lembut) dan tempo (cepat – lambat); dan artikulasi(mengucapkan kalimat/frase lagu).

Yang menjadi sasaran kegiatan ektra kurikuler seni musik ini adalah seluruh siswa SD Islam Gondang Wonopringgo kelas III s/d. kelas VI yang berminat untuk mengembangkan potensi seni yang dimilikinya untuk lebih berkembang dan siap untuk tampil berkompetisi di event Festival Seni Tingkat Sekolah Dasar.

Materi ekstra kurikuler Kesenian menekankan pada pengembangan nilai-nilai lokal pada masing-masing bentuk kesenian yang diajarkan.


1. Seni Musik, terdiri dari dua materi, yaitu:

a. Bernyanyi

Bernyanyi berkelompok adalah bernyanyi yang dilakukan secara berkelompok minimal dua orang, misalnya vokal grup, paduan suara, gerongan, dan duet vokal. Penggunaan istilah dan lagu-lagu yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan sekolah. Penekanan utama dalam materi bernyanyi kelompok mencakup beberapa aspek yang terdapat dalam bernyanyi solo yang dilengkapi dengan keseimbangan suara dan keterpaduan suara.

b. Bermain Musik

Bermain musik dapat dilakukan dengan menerapkan sistem nada diatonis (Barat) dan sistem nada pentatonis(tradisi). Musik Tradisi adalah musik yang hidup dan berkembang di daerah setempat secara turun-temurun atau diwarisi dari generasi ke generasi. Contoh dari bentuk musik tradisi dalam permainan musik adalah gamelan, kolintang, angklung, talempong, dan kecapi. Musik Kreasi adalah musik yang merupakan pengembangan dari pola musik tradisi daerah setempat dan/atau Nusantara, misalnya campursari, gambang kromong modern, pop daerah, belaganjur, dan kijang kencana.

Seperti halnya bernyanyi, kegiatan bermain musik juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu ansambel sejenis dan ansambel gabungan. Ansambel sejenis adalah sekelompok orang yang memainkan alat musik yang sama atau sejenis, misalnya ansambel gitar, recorder, angklung, kolintang, dan patrol Banyuwangi. Ansambel gabungan adalah sekelompok orang yang memainkan dua atau lebih alat musik atau instrumen yang berbeda, misalnya drumband, gamelan, gondang, dan degung.

2. Seni Tari, terdiri dari dua materi, yaitu:

a. Tari Tradisi adalah tari yang hidup dan berkembang di daerah setempat secara turun-temurun atau diwarisi dari generasi ke generasi. Contoh dari bentuk tari tradisi adalah tortor, pakarena, saman, indang, dan remo. Tari Kreasi adalah tari yang merupakan pengembangan dari gerak tari tradisi daerah setempat dan/atau Nusantara. Contoh bentuk tari kreasi adalah poco-poco, tari merak, rantak, dan jaipong. Berdasarkan pola garapan, Tari Tradisi dan Tari Kreasi dapat berupa tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.

b.Tari Tunggal adalah jenis tari yang ditarikan oleh satu orang atau yang memerankan satu tokoh atau karakter. Contoh tari tunggal dalam Tari Tradisi adalah tari Kelana, Gatotkaca, dan Topeng, sedangkan contoh tari tunggal dalam Tari Kreasi adalah tari Dua Muka (karya Didiek Nini Towok),tari Semut, Kelinci, dan Kijang.Tari tradisi maupun kreasi biasanya bersumber dari nilai-nilai lokal yang berkembang dalam masyarakat.

c.Tari Berpasangan adalah jenis tarian yang dilakukan oleh dua orang yang memperlihatkan interaksi di antara keduanya, baik yang dilakukan oleh putri – putra, putra – putra, atau putri – putri. Contoh tari berpasangan adalah tari Payung, Serampang Dua Belas, Oleg Tambulilingan, Cikeuruhan, dan Prawiro Watang. Tari Kelompok adalah jenis tari yang selalu dilakukan secara berkelompok. Contoh tari kelompok adalah tari Pakarena, Serimpi, Piring, Saman, Baris, dan tari Yospan. Contoh dalam tari kreasi untuk kategori tari berpasangan dan kelompok dapat diciptakan atau dikreasikan berdasarkan tema-tema yang diangkat dari lingkungan sekitar siswa atau sekolah.

Gerakan-gerakan di dalam tarian-tarian tersebut, baik tari tradisi maupun kreasi, berhubungan dengan lingkungan sekitar. Hubungan antara gerak dan lingkungan tampak pada ragam gerak tari, teknik gerak, musik sebagai iringan tari, dan elemen-elemen komposisi (ruang, waktu, dan tenaga).


3. Seni Rupa, terdiri dari dua materi, yaitu:

a.Menggambar

Berkarya seni rupa dua dimensi mengacu pada kegiatan menggambar. Kegiatan ini terdiri dari menghias dengan teknik mewarnai, mengecat, menempel, menggunting, menggaris, mencap,  mencelup, membatik,menoreh, menciprat, mendusel, dan sebagainya.Karya yang dihasilkan dari bentuk kegiatan seni rupa dua dimensi adalah lukisan,hiasan payung, melukis baju, lukisan sutra, batik, lukisan dari kayu/kulit, dan sebagainya.

b. Membentuk

Teknik pengerjaan karya seni rupadilakukan dengan membentuk media yang digunakan, yaitumengurangi atau menambahkan, seperti: mengukir, memahat,mencetak, menganyam, merangkai,merajut,menyulam, melipat (origami), mengikat mematri, menempel, mendaur ulang, dan lain-lain.Karya yang dihasilkan dari bentuk kegiatan seni rupa tiga dimensi adalah patung, ukiran, mainan, topeng, aksesoris, hiasan, cenderamata, sulaman, anyaman, rajutan, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa memahat kurang bisa diterapkan pada siswa SD, tetapi di daerah-daerah tertentu, aktivitas menganyam dan meronce dapat dilakukan. Namun, untuk aktivitas seni rupa pada siswa SD sebaiknyatidak menggunakan peralatan keras dan membahayakan, seperti palu dan pisau. Bentuk kegiatan dan peralatan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan siswa.

Guru juga dapat menstimuli kreativitas siswa dalam membuat karya seni rupa dengan mendaurulang limbah, misalnya botol minuman kemasan, batok kelapa, sedotan, dan koran bekas.

4. Seni Teater, materi kegiatan Seni Teater dapat berupa:

a. Teater Tutur:

Kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai Teater Tutur berhubungan dengan aktivitas bercerita secara tunggal (monolog), seperti membaca puisi, deklamasi, mendongeng, dan stand up comedy. Contoh Teater Tutur yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah bakaba, macapat, kentrung, dan P.M. Toh, yang seringkali berhubungan dengan cerita rakyat (folklor).

b. Teater Gerak

Kegiatan teater yang dialognya disampaikan melalui gerak, misalnya pantomim/tablo.Contoh Teater Gerak yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah randai, wayang orang, dan tari kecak. Tema cerita dalam Teater Gerak adalah bagian dari cerita rakyat (folklor).

c. Teater Boneka

Kegiatan teater yang menggunakan benda/boneka yang merupakan representasi dari suatu karakter atau tokoh dalam cerita, misalnya wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, cemen, dan wayang suket.

d. Teater Drama

Kegiatan teater yang bersumber dari naskah tertulis, misalnya drama Kwek-Kwek (karya D. Djayakusuma) dan Romeo dan Juliet.

e. Drama Musikal

Kegiatan teater yang menggabungkan cerita, gerak, dan musik, dengan dialog yang dinyanyikan. Bentuk drama musikal adalah operet dan kabaret, misalnya operet Laskar Pelangi, Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande-Ande Lumut, Si Pitung, dan Sabai nan Aluih. Teater tradisi yang dapat dikategorikan ke dalam Drama Musikal adalah lenong, ketoprak, ludruk, teater kubruk, dan langendrian.

 

 

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 November 2015 00:13
 


Ketua Yayasan

Sekapur Sirih

Sekapur Sirih

                  Terimalah bahwa engkau tak mungkin sepenuhnya benar,seperti juga mereka tidak seluruhnya salah. Itulah adil....   Terimalah bahwa yang ada padamu adalah yang terbaik,yang harus kau lebihkan upayauntuk membaikkannya. Itulah bersyukur. Terimalah bahwa jika yang... Read more

Login Form

Pengunjung Online

Kami punya 2 tamu online